Keterbatasan yang ada di diri Neisya bukan penghalang Neisya untuk maju, fisiknya yang kurang sempurna memang terkadang menjadi bahan tertawaan dan cemooh orang-orang yang baru melihatnya. Neisya telah lumpuh sejak balita, berbeda dengan saudara kembarnya yang tumbuh dengan paras yang cantik. Meskipun batin sedikit tertekan ketika cemooh dari orang lain menghujatnya namun hari demi hari pun tetap dapat dia lalui dengan jauh lebih baik dan penuh semangat. Neisya selalu ingin menunjukkan kepada yang lainnya kalau dengan keterbatasannya, dia selalu dapat berguna untuk semua teman-temannya, bahkan yang memandangnya rendah sekalipun. Neisya seorang anak yang baik hati, dan suka menolong. Sehingga, tidak sedikit juga teman-temannya yang sayang terhadapnya.
Sejak kecil Neisya sudah diterlantarkan begitu saja oleh Ayah dan saudara kandungnya yang bernama Naiyla. Ibunya telah tiada. Ibunya telah pergi menghadap sang pencipta setelah melahirkannya. Dahulunya ibunya adalah seorang bidan yang sangat baik dan ikhlas dalam menolong setiap pasiennya yang kurang mampu namun sangat butuh pertolongannya. Namun saat persalinannya sendiri untuk yang pertama kalinya, Ia tak kuasa bertahan setelah Ia melahirkan kedua putri kembarnya, sehingga Ia telah mengorbankan nyawanya demi kehidupan kedua putri kembar tercintanya yang belum sempat Ia melihatnya.
Neisya yang lumpuh, sejak kecil tinggal dengan seorang ibu-ibu yang menemukannya tergeletak terlantar tidak jauh dari rumahnya. Ibu baik hati itu bernama Ibu Ratih. Dan sejak saat itulah Neisya di asuh dengan baik oleh Ibu Ratih yang baik hati itu.
Tahun demi Tahun pun berlalu..
Sekarang Neisya sudah tumbuh besar. Dia pun tumbuh menjadi anak yang cerdas. Sekarang umurnya 16 tahun, dia mulai duduk di bangku SMA. Dan tanpa disengaja Neisya bersekolah di sekolah yang sama dengan saudara kembarnya, Naiyla. Betapa senangnya hatinya ketika mengetahui dia satu sekolah dengan Naiyla, dia dapat tiap hari bertemu Neiyla yang sudah 10 tahun tak pernah dijumpainya. Namun amat malang nasibnya. Di sekolah, Naiyla pun tak pernah menganggapnya. Terkadang pun perlakuan Naiyla itu cukup kasar terhadapnya. Namun, bagaimanapun sikap kasar Naiyla, Neisya tetap menyayangi Naiyla.
1 tahun pun barlalu..
Sekarang Neisya duduk dibangku kelas XI SMA. Neisya menjadi siswa teladan tahun lalu. Neisya tumbuh semakin rajin, pintar, meskipun tetap dengan keterbatasan fisiknya, namun Neisya tetap menjadi seorang gadis yang rendah hati.
Prestasi yang diukirnya terutama dibidang mata pelajaran sains telah cukup banyak dia dapatkan sejak kelas X tahun lalu hingga sekarang. Dan hampir dari semua piala yang didapatkannya itu adalah piala juara 1. Neisya memang bercita-cita ingin menjadi dokter. Agar dia dapat mengobati orang-orang yang menderita sama sepertinya terutama untuk yang berada dikalangan masyarakat bawah. Karna jiwa social menolongnya sangat besar seperti yang dimiliki ibunya dahulu.
Mulai tanggal 15 sampai tanggal 25 Februari ini akan diadakan lomba sains tingkat nasional. Neisya pun telah terpilih oleh sekolah dan Provinsi setempat untuk mewakili nama sekolah sekaligus nama provinsinya untuk beradu kecerdasan di tingkat nasional, Neisya pun sangat berantusias tinggi dalam perlombaan tingkat nasional yang baru sekali ini dia akan ikuti setelah kemenangan juara 1nya di perlombaan sains tingkat provinsi tahun lalu. Dan apabila dia dapat berhasil dalam perlombaan ini, ini akan menjadi hadiah terindah di ulang tahunnya yang ke 17 yang tepat pada tanggal 25 Februari saat final perlombaan itu jika dia dapat mencapainya. Serta jalan untuk menuju cita-citanya akan terbuka sedikit lebih lebar. Itulah harapan-harapannya yang telah dia dambakan dari perlombaan sains kali ini.
Dengan semangat keambisiusannya yang tinggi, sejak H-10 dari hari perlombaan itu Neisya sudah sangat giat belajar, hampir setiap waktu senggangnya di sekolah dia habiskan untuk lebih giat membaca di perpustakaan sekolah.
Hari demi hari pun berlalu..
Sampai pada saatnya tiba hari pertama Neisya mengikuti lomba sains tersebut, dan akhirnya setelah 3 jam berada di aula perlombaan berlangsung, dia pun dapat meraih kemenangan pada putaran pertama perlombaan hari itu. Dan membawa nama provinsinya semakin dekat menuju final. Beberapa putaran telah Neisya dan kawan-kawan sekelompoknya menangkan.
Hingga akhirnya nama Provinsi DKI Jakarta yang dia bawa bersama kawan-kawannya berhasil masuk final pada tanggal 25 Februari lusa untuk melawan perwakilan dari Provinsi Jawa Tengah.
Paras senang dan bangga semakin terpacar dari wajahnya.
Hingga pada akhirnya, tanggal 25 februari pun tiba..
Hari ini final perlombaan sains tingkat nasional itu pun akan berlangsung jam 9 nanti. Nesiya pun sudah terlihat siap menghadapi final pagi ini. Wajahnya terlihat tampak amat senang. Jam 7 dia berangkat ke sekolah untuk diantar oleh pihak sekolah ke tempat perlombaan berlangsung bersama kawan-kawannya yang lain dengan wajah yang cerah dan penuh semangat.
Pada saat di perjalanan menuju sekolah, Neisya sengaja melewati rumah ayahnya dan berharap dapat bertemu dengan ayahnya untuk meminta do’a restu untuk hari ini, dan juga ingin memberikan sebuah kado kecil untuk Neiyla yang hari ini sedang berulang tahun juga. Betapa senang hatinya kebetulan melihat Naiyla sedang keluar dari mobil dan hendak menyebrang untuk ke mini market yang berada disebrang jalan. Sejenak kaki dan tongkatnya pun berhenti. Neisya tersenyum menatap saudara tersayangnya itu dari jarak 1 meter. Namun, Naiyla yang juga melihatnya langsung membuang muka sambil tetap berjalan hendak menyebrang. Namun Neisya tetap tersenyum dan berjalan mendekat sambil memegang kado kecil yang sudah terbungkus rapih dengan sebuah pita manis diatasnya itu untuk Naiyla. Namun celaka, sebuah sepeda motor melaju dengan amat kencangnya dari arah yang berlawanan hendak menabrak Naiyla yang sedang menyebrang jalan, tanpa berpikir panjang dengan sekeras tenaga Neisya berusaha menggapai Naiyla untuk menyelamatkannya sambil berteriak memberi peringatan kepada Naiyla. Naiyla pun dengan cepat menyadari seketika mendengar teriakan Neisya yang berada tidak jauh darinya.
Brrraaaaakkkkkk… suara peringatan kecang yang diteriakkan Neisya kepada Naiyla pun seketika terhenti ketika sepeda motor itu sudah menabrak seorang gadis. Seorang gadis yang tidak lain adalah si lumpuh Neisya yang hendak menyelamatkan nyawa Naiyla, namun karena keterbatasan fisiknya nyawanya pun tidak dapat ikut terselamatakan.
Innalillahi wa innailaihi raajiuun.. Neisya meninggal ditempat. Karena keadaan fisiknya pun sudah hancur tepatnya kepalanya telah hancur terlindas mobil yang lewat sesudah Neisya jatuh tersungkur.
Sedihnya… ternyata malapetaka maut yang Neisya dapatkan hari ini, tepat dihari ulang tahunnya. Bukan sebuah kemenangan lomba sains tingkat nasional itu yang telah dia dambakan sebagai kado terindah dihari ulang tahunnya yang ke 17 ini. Bukan sebuah kebahagian, melainkan kematian yang telah merengut cita-cita dan nyawanya seketika itu juga. Nyawanya tidak bukan telah dia korbankan untuk Naiyla, saudara kandungnya yang telah menelantarkannya selama ini, yang telah jahat kepadanya, dan sudah tidak pernah menganggapnya lagi. Namun, cinta tulusnya masih tetap ada sampai ajal menjemputnya dengan sebuah kado kecil yang masih tergenggam di tangannya yang penuh darah..
Selamat ulang tahun Neisya..
Created by : Shabrina Adlina..
Friday, January 29, 2010
16.20
